Dulu sempat curhat tentang diajakin ikutan MLM ma temen2 SMA.
Seneng sih bisa ketemu sama mereka berdua, secara mereka sahabat banget pas SMA (halo…Ochi…sahabatku yang satu lagi di nun jauh Semarang), tapi rasa senang dan bahagia itu jadi pupus pas hadir si MLM ini di antara kami (halah…serasa MLM ini adalah orang ketiga saja….)
Gimana ga merusak harmonisasi hubungan, lha wong sahabat2 Bunda jadi nawarin produk MLM mereka dan ngajakin Bunda ikutan serta. Padahal oh padahal….
1. Bunda ga senang dengan MLM. Bunda yang kerja keras, orang lain (upline) yang dapat hasilnya. Orang lain (downline) yang kerja keras, Bunda yang dapat hasilnya. Dalam otak bodoh Bunda, kita akan mendapat hasil bila kita sudah bekerja keras. Jadi hasil yang kita terima adalah buah dari kerja kita. Titik.
2. Bunda sudah cukup “waras” dan terlepas dari “masa kegelapan” stelah gabung dengan milis SEHAT. Dan dari milis ini Bunda terbuka matanya bahwa yang namanya suplemen itu tidak dibutuhkan selama kita pola hidup sehat, makanan sesuai piramida makanan dan olahraga dengan teratur. So…no suplemen…
3. Deposit yang harus disetor pertama kali adalah jumlah yang sangat2 besar buat Bunda, kalo ga salah sekitar 3,6 juta. Halah…kalo Bunda punya uang segitu, yang ada Bunda sudah melakukan aktivitas lain (shopping misalnya….bwahaha….)
4. Bunda paling males “jualan” produk, ga ahlinya
Nah…sahabat n temen yang kaya gini yang bikin illfeel. Gimana ga bikin illfeel, dah lama ga ketemu, sekalinya ketemu ngomongin hal yang ga sejalan dengan pola pikir Bunda.
Nolak? Emang gampang?
Secara….sahabat gitu lho dulunya. Bilang engga secara tegas ntar hubungan jadi rusak. Ga bilang engga bakalan diajak2in melulu.
Friend like this make friend don’t always come as friend.
And I hate MLM standing between me and my friends….
Gosh…I hate MLM….(more….)


