Masih hubungan juga sih soal teman ya teman, bisnis ya bisnis.
Kali ini kelakuan temen yang nawarin produk MLM unggulannya mulai bikin gerah…banget….!! Dan kali ini Bunda ga mo kalah, pasang kuda-kuda dong…
Lawan aja bleh…sikat, pukul, tonjok kiri, tendang, tonjok kanan, caila…apaan sih??!!
Dan hasil pasang kuda-kuda Bunda share di milis tercinta Bunda seperti di bawah ini
—————————————————————————————————–
Rasanya hati saya hari ini masih agak “panas” setelah diskusi (boleh dibilang hampir debat kusir) dengan teman seperjalanan kemarin sore.
Seperti biasa, teman saya ini pantang menyerah menawarkan produk MLM yang dia jual. Hampir setiap ketemu selalu menawarkan produknya dan selalu pula saya jawab saya tidak tertarik. Tapi kali ini saya ingin mencoba “melawannya”.
H : “Bu, suaminya udah pernah konsumsi belum” (maksudnya konsumsi suplemen)
K (saya) : “Ga”
H : “Yakin deh Bu, nanti-nanti pasti suaminya akan butuh”
Dalam hati : maksudnya dia mendoakan suami saya sakit sehingga suatu hari nanti akan butuh suplemen itu, begitu? Hiks….
K : “Insyaallah ya Pak, keluarga saya tidak akan membutuhkan suplemen seperti itu. Insyaallah Pak”
Ehhh…berlanjut lagi, dengan kuda-kuda mulai ga mau kalah. Saya juga mulai ambil kuda-kuda dong…..masa mau gitu ajah dikalahin…??!!
H : “Tapi Bu, tiap orang kan pasti butuh suplemen”
Belum selesai dia bicara langsung saya potong “Kata siapa tiap orang butuh suplemen? Ga juga ah, selama makannya makanan yang sehat dan alami, ga ada tuh yang namanya butuh suplemen”
H : “Pasti butuhlah Bu, kan kita memerlukan supply vitamin untuk tubuh. Apalagi sekarang orang mulai beralih ke obat herbal karena orang sudah pada tahu bahwa obat2an kimia mempunyai efek buruk, apalagi pada anak2″ Waaahh….harga diri saya mulai terusik nih….
K : “Obat2an kimia buruk bagi tubuh? Ya, saya setuju, bila dikonsumsi padahal sebetulnya tidak diperlukan, bila tidak tepat dosis dan tidak tepat waktu. Tapi obat2an tersebut akan bermanfaat menyembuhkan bila dikonsumsi karena ada indikasi yang jelas, tepat dosis dan tepat waktu. Itupun, bila tepat penggunaannya saja bisa ada efek sampingnya, jadi ya harus bijak dengan obat”
H : “Kalau obat2an kimia kan bahaya untuk anak2 Bu”
K : “Ya, kalau ga tepat penggunaannya. Jadi yang salah bukan obatnya, tapi yang salah adalah orang tuanya. Ngapain pergi ke dokter supaya anaknya dapet obat, padahal ga butuh. Batuk pilek kan sembuh sendiri, ga butuh obat, yang dibutuhin kan istirahat. Jadi yang harus diperbaiki adalah pola pikir orang tuanya, bukan obatnya yang salah” nada bicara saya sudah mulai naik….
H : “Tapi ga bisa begitu juga Bu. Contoh nih ya Bu, anak saya sudah konsumsi produk X selama 8 bulan, alhamdulillah dulu sering sakit sekarang cuma 2 kali pilek. Yang pertama cuma 2 hari dan yang kedua agak lama jadi 4 hari”
K : “Punten pak, yakin kalau produk ini aman?”
H : “Yakin” dengan ekspresi xtra yakin
K : “Pak, suplemen itu ga ada uji cobanya seperti obat, jadi belum terbukti keamanannya bagi tubuh”
H : “Tapi tubuh kita kan butuh suplemen tadi Bu, supaya badan jadi lebih sehat”
K : “Punten ya Pak, suplemen kalau dikonsumsi berlebihan oleh tubuh, pasti akan ada efek sampingnya bagi tubuh”
H : “Ga ada efek sampingnya Bu. Toh kan kalau vitamin atau suplemen dikonsumsi berlebihan kan ga akan mengendap di tubuh, akan dikeluarkan juga akhirnya. Jadi ga ada efeknya” Hik…hik…huaaaa…..saya mulai
ingin menangis….
K : “Ga bisa begitu juga Pak. Iya, kalau berlebihan pasti akan dibuang oleh tubuh, tapi kan ginjalnya bekerja lebih berat untuk membuang kelebihan itu. Akibatnya ginjalnya jadi rusak. Contoh nih, kita butuh vitamin C cuma 50mg per hari, ngapain kita konsumsi yang vitamin C-nya sampe 1000mg per hari. Kelebihannya diapain tuh?”
H : “Ya dibuang kan Bu”
K : “Lha ya itu, buat apa banyak2 konsumsi kalo akhirnya dibuang juga, ya kan? Ngeberat2in kerja ginjal ajah. Kalau saya sih daripada konsumsi suplemen, lebih baik konsumsi yang alaminya. Vitamin A, mendingan saya kasih wortel, vitamin C-mendingan saya kasih jeruk, mendingan yang alami”
H : “Lho Bu, suplemen kan dibuat dari bahan yang alami juga”
K : Tobatt….tobattt… “Gimanapun juga kan tetap lebih mending yang alami, pak….”
H : “Ya…ini kan masalah pilihan Bu (mulai deh….keluar kalimat sakti kalo udah ga mau kalah), mau yang alami atau yang simple”
K : “Ya, ini memang masalah pilihan. Tapi tetap gimanapun yang alami lebih baik. Contoh, daripada saya beli produk X yang mengandung 1000mg vitamin C seharga 3500, mendingan saya beliin tomat 1kg. Vitamin C cuma bisa buat sendiri, kalo tomat 1kg bisa buat satu keluarga, sehat pula”
H : “Itu kan kalau sempat untuk mengolah yang alami Bu, kalo engga?”
Hiks….kok pola pikir bisa dibolak balik begitu sih???!!!
H : “Apalagi saya dapat penjelasan dari dokter Bu, mengenai suplemen2 ini, jadi saya juga lebih tahu mengenai kesehatan” Huaaa….tambah kenceng saya nangis dalam hati. Dokter mana pula ini…..
H : “Apalagi pada saat orang sakit, dia perlu suplemen (kata saya dalam hati : kata siapaaaaa??!!) karena kondisi tubuhnya kan lagi menurun”
K : “Ga perlu lah suplemen itu, yang penting asupan makanan tetep dijaga.”
H : “Kan pada saat kondisi tubuh turun, perlu suplemen supaya kondisi tubuh bisa lebih baik. Setelah itu sih ya biasa2 aja. Jadi saat sakit perlu dibantu suplemen dosis tinggi (hiks…) supaya lebih cepat sembuh”
K : “NGapain harus cepat2 sembuh. Tubuh itu pintar kok, dia akan menyembuhkan diri dengan sendirinya, ga perlu suplemen segala, ga perlu dipercepat sembuhnya. Apalagi kalo karena virus, tubuh akan sembuh sendiri kok”
H : “Karena Bu, suplemen kan lebih cepat diserap oleh tubuh”
K : “Yakin lebih cepat diserap tubuh dibanding makanan alami? Yakin?” (mana kita tahu sih apa yang terjadi di dalam tubuh kita??)
H : “Saya kan dapat penjelasan dari dokter saya Bu. DOkter saya ini sudah tidak pernah memberikan obat2an kimia” Hiks….huaaaa!!!!
K : “Yakin dia ga pernah ngasih obat2an kimia?”
H : “Yakin Bu, soalnya dia dah ga praktek lagi. Dia udah jadi stockist (yang nge-drop produk suplemen) di Karawang” Huaaa…tambang kenceng saya nangisnya
K : MUlai sinis ” Ya iya ga praktek lagi, dapet duit dari MLM X lebih gede daripada dia jadi dokter”
H : “BUkan gitu Bu, dari dia katanya tahun 2010 peredaran obat kan mulai dibatasi, jadi hanya obat2an tertentu yang boleh beredar, itu kata WHO”
Dalam hati saya, apakah nanti Indonesia akan mengikuti?
K : “Bagus kalau peredaran obat mulai dibatasi, tapi suplemen2 juga itu berbahaya lho…. SUplemen saja, tanpa pola hidup sehat dan seimbang, pola makan sehat dan olahraga, ga ada manfaatnya”
Waaah….sudah mulai debat kusir nih (banyak pula yang tidak saya tulis), dan posisi sudah hampir sampai di Cikampek. Total selama 30 menit lebih saya debat dengan teman saya tanpa titik temu.
Hiks….kalau saja ada 10 orang dengar omongan dia, bisa2 10 orang jadi “tersesat”. Sedih….
Dan kalimat penutupnya adalah “Bu, Ibu pernah ikutan MLM ga?”
Tegas “Tidak, dan tidak akan pernah tertarik”
Sediiih…curhat pada suami dan ibu saya, untunglah mendukung apa yang jadi pola pikir saya. Kebetulan pula, salah seorang teman saya meninggal karena sering konsumsi suplemen (kelihatannya juga mengandung steroid) jadi itu adalah pelajaran yang sangat berarti bagi keluarga kami.
Jadi penasaran :
1. Apakah betul bahwa suplemen lebih cepat diserap oleh tubuh dibandingkan dengan yang alami?
2. Apakah benar bahwa tahun 2010 peredaran obat akan dibatasi? Kira2 gimana ya dengan Indonesia, menjadi lebih ketat pula?
3. Apakah dokter yang seperti cerita diatas bisa dibilang melanggar sumpah kedokterannya? Saya jadi terusik banget denger ceritanya tentang dokter tersebut. Saya lagi coba cari info tentang dokter tersebut
Maaf curhatnya panjang
Kurnia. S
———————————————————————————–
Bayangin….repot bener kan nanganin orang kaya begini…
Jualan…melulu, ga mikirin bahwa jualannya tersebut punya efek samping.
Contoh gampangnya nih, Bunda tahu persisi ini produknya apa, katanya 1 sloki suplemen ini mengandung vitamin sama dengan kandungan sayur dan buah 1 kg. Buset…buat apa buah n sayur sebanyak itu??!
Dah gitu, tiap hari harus mengkonsumsi 3 sloki. Oalah….buat apa kita perlu vitamin sayur dan buah sebanyak 3kg per harinya? Apa ga overdosis tuh??!!
Lha wong segala sesuatu yang berlebihan pasti jadinya tidak akan baik efeknya. Air putih diminum kebanyakan ajah bisa bikin kembung. Bener kan??!!
Too much of good thing, is good for nothing


